Thursday, April 4, 2019

Akhir Dari Perjalanan Platform Jejaring Sosial Google+ Hingga Penutupannya

Google+ atau yang disingkat dengan G+, merupakan sebuah platform jejaring sosial yang dimiliki oleh Google. Dan G+  dianggap sebagai ancaman utama bagi jejaring soial Facebook dan Twitter, telah kandas mencapai ujung jalan dan di tutup.


credit: bbc

Pihak Google sudah resmi menghapus semua akun konsumennya di jejaring sosial Google+. Pada hari Selasa, profil G + dari CEO Sundar Pichai, mantan CEO Eric Schmidt, dan salah satu pendiri grup Sergey Brin dan Larry Page akunnya juga telah dihapus.

Sekarang, jika pengguna mengunjungi alamat plus.google.com, mereka tidak akan dapat melihat postingan media sosial apa pun. Dan masih banyak orang-orang yang bertanya, apa yang menyebabkan jatuhnya platform jejaring sosial Google+ ini? Bahkan tidak ada satu pun jawaban khusus untuk menjawab pertanyaan ini

Namun sebagan orang berpendapat bahwa alasan ditutupnya platform G+ ini dikarenakan tingkat penggunanya yang sangat rendah dan masalah keamanan yang tidak optimal.

Pada tahun 2018, raksasa mesin pencari (Google) mengungkapkan dua kebocoran data signifikan yang bisa memaparkan informasi jutaan pengguna Google+ kepada pengembang luar. 

Kebocoran keamanan pertama mendorong Google untuk memutuskan bahwa sudah waktunya untuk menutup Google+, perusahaan telah merencanakan untuk awalnya mematikan platform pada Agustus 2019. Namun, kebocoran kedua menyebabkan raksasa teknologi untuk mempercepat rencana penutupan empat bulan hingga April.


EmoticonEmoticon